Inilah pertanyaan yang muncul ketika saya mengikuti kuliah mengenai reseptor sensori. Awalnya pertanyaan ini muncul ketika dosen saya mulai memberikan kuliah. Saya mencoba untuk menjawab sendiri pertanyaan itu melalui penjelasan dosen. Namun pada akhirnya saya menyerah dan mengajukan pertanyaan ini begitu diberi kesempatan. Ternyata jawabannya tidak serumit yang saya pikirkan.
Jadi, ransangan sentuhan yang kita terima (stimulus) akan diterima oleh reseptor dan diubah ke bentuk potensial aksi. Selanjutnya akan diteruskan oleh neuron aferen ke sistem saraf pusat dan mengalami pengolahan disana. Output yang sesuai akan dibawa oleh saraf eferen yang akan dibawa ke efektor.
Ransangan sentuhan yang kita terima merupakan general sense. Selain sentuhan, yang termasuk general sense adalah nyeri, tekanan, suhu, dan getaran.
Nah, bagaimana reseptor sensori menginterpretasikan informasi yang diterimanya ?
Sebelumnya, ada syarat deteksi stimulus yaitu punya sifat spesifik. Dalam hal ini reseptor hanya merespon pada bentuk energi yang khusus baginya.
Contohnya : Kulit sensitif pada sentuhan tapi tidak pada zat kimia.
Ketika Stimulus yang diterima oleh reseptor diubah menjadi potensial aksi yang nantinya akan diantar ke sistem saraf pusat. Karakteristik dari stimulus meliputi durasi, variasi, dan kekuatan stimulus diterima oleh reseptor.
Kembali ke pertanyaan : Mengapa ?
Reseptor yang ada pada tubuh kita tersebar ke seluruh tubuh. Dan peyebarannya tidak sama pada semua tempat. Pada bagian tubuh tertentu, terdapat banyak reseptor yang peka terhadap sentuhan. Sebagai contoh pada bibir kita yang memiliki banyak reseptor sentuhan. Oleh karena itu, ketika kita merasa geli saat bagian tertentu tubuh kita disentuh itu dikarenakan banyaknya reseptor sentuhan yang terdapat pada bagian tersebut.
Selain karena penyebaran reseptor, rasa geli juga dipengaruhioleh karakteristik stimulus. Ketika kita memberi stimulus yang kuat, maka potensial yang datang ke saraf pusat lebih banyak.
Sekian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga tulisan saya ini dapat memberikan jawaban kepada anda yang sedang bertanya-tanya. Mohon maaf bila ada kesalahan. :) :)
Monday, 10 November 2014
Wednesday, 28 November 2012
Peluang
PELUANG
- Kaidah Pencacahan, Permutasi dan Kombinasi
- Kaidah Pencacahan
Apabila peristiwa pertama dapat terjadi dalam p cara berbeda, peristiwa kedua q cara berbeda, peristiwa ketiga r cara berbeda, dan seterusnya, maka banyaknya cara yang berbeda terhadap rangkaian berurutan seperti itu adalah = p x q r x .. - Faktorial
Perkalian n bilangan asli pertama disebut n faktorial, dinotasikan dengan n!
n! = 1 x 2 x 3 x 4 x …. x (n – 1) x n
atau n! = n x (n – 1) x (n – 2) x ….. x 4 x 3 x 2 x 1 - Permutasi
Cara menempatkan n buah unsur ke dalam r tempat yang tersedia dengan urutan diperhatikan disebut permutasi r unsur dari n unsur(r ≤ n) yang dinotasikan dengan nPr atau P(n,r) atauatau Pn,r
- Banyaknya permutasi n unsur berbeda disusun n unsur(seluruhnya) adalah : P = n!
- Banyaknya Permutasi yang dapat disusun dari n anggota suatu himpunan diambil r unsur anggota pada satu saat adalah :
- Banyaknya permutasi jika ada beberapa elemen/unsur yang sama adalah :
- Banyaknya permutasi siklis adalah permutasi yang disusun secara
melingkar dengan memperhatikan urutannya(arah putarannya) adalah :
P = (n – 1)! - Kombinasi
Cara menempatkan n buah unsur ke dalam r tempat yang tersedia dengan urutan tidak diperhatikan
disebut Kombinasi r unsur dari n unsur(r ≤ n) yang dinotasikan dengan nCr atau C(n,r) atauatau Cn,r
Kombinasi n unsur berbeda disusun r unsur dirumuskan :
- Binomial Newton
- Kaidah Pencacahan
- Peluang Suatu Kejadian
- Dalam suatu percobaan :
- Semua hasil yang mungkin disebut ruang sampel
- Setiap anggota dalam ruang sampel disebut titik sampel
- Hasil yang diharapkan disebut kejadian
- Definisi Peluang
Peluang kejadian A dinotasikan dengan P(A) adalah perbandingan banyaknya hasil kejadian A dinotasikan n(A)
terhadap banyaknya semua hasil yang mungkin dinotasikan dengan n(S) dalam suatu percobaan.
Kisaran nilai peluang suatu kejadian A adalah 0 ≤ P(A) ≤ 1.
Jika P(A) = 0 disebut kemustahilan dan P(A) = 1 disebut kepastian - Frekuensi Harapan
Frekuensi Harapan kejadian A adalah banyaknya kejadian A yang diharapkan dalam beberapa kali percobaan
Jika percobaan dilakukan sebanyak n kali maka frekuensi harapan kejadian A dirumuskan : Fh(A) = n x P(A) - Peluang Komplemen Suatu Kejadian
Jika Ac kejadian selain A, maka P(A)c = 1 – P(A) atau
P(A)c + P(A) = 1
P(A)c = peluang komplemen kejadian A atau peluang kejadian selain kejadian A - Kejadian Majemuk
- Untuk sembarang kejadian A atau B berlaku :
- Peluang dua Kejadian saling lepas(asing)
Jikamaka dua kejadian tersebut merupakan dua kejadian saling lepas artinya bila terjadi A tidak mungkin terjadi B.
Besarnya peluang dua kejadian saling lepas(asing) adalah : - Peluang dua kejadian saling bebas
Bila kejadian A tidak mempengaruhi terjadinya B dan sebaliknya, maka kejadian semacam ini disebut dua kejadian saling bebas
Peluang dua kejadian saling bebas dirumuskan : - Peluang dua kejadian tak bebas(bersyarat/bergantungan)
Apabila kejadian kedua(B) adalah kejadian setelah terjadinya kejadian pertama A, dinotasikan (B/A),
maka dua kejadian tersebut merupakan dua kejadian tak bebas(bersyarat)
Peluang dua kejadian tak bebas dirumuskan :
Hari Guru di SMAN 1 Sibolga
Hari guru adalah hari yang sangat penting dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, setiap sekolah di Indonesia mengadakan upacara atau peringatan di sekolah masing-masing.
Demikian juga halnya dengan SMAN 1 Sibolga yang memperingati hari Guru dengan penyematan bunga


oleh siswa kepada Guru. Kegiatan ini telah rutin dilakukan di sekolah ini. Setiap kelas diwakilkan oleh ketua kelasa dan sekretaris untuk menyematkan bunga kepada seorang guru.
Setelah kegiatan penyematan bunga, siswa dan wali kelasnya memiliki acara tersendiri yang telah mereka sepakati. Hal ini dilakukan untuk menghormati guru-guru yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa . ^^
Hari guru adalah hari yang sangat penting dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, setiap sekolah di Indonesia mengadakan upacara atau peringatan di sekolah masing-masing.
Demikian juga halnya dengan SMAN 1 Sibolga yang memperingati hari Guru dengan penyematan bunga
oleh siswa kepada Guru. Kegiatan ini telah rutin dilakukan di sekolah ini. Setiap kelas diwakilkan oleh ketua kelasa dan sekretaris untuk menyematkan bunga kepada seorang guru.
Setelah kegiatan penyematan bunga, siswa dan wali kelasnya memiliki acara tersendiri yang telah mereka sepakati. Hal ini dilakukan untuk menghormati guru-guru yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa . ^^
Persamaan Lingkaran
Persamaan ini dikenal dengan nama persamaan umum lingkaran. Dengan
menguraikan persamaan lingkaran berpusat di (a,b) dengan jari-jari r
akan dieproleh persamaan umum lingkaran . Adapaun langkah-langkahnya
sebagai berikut :
(x-a)2+(y-b)2= r2
x2 -2ax+ a2 + y2 – 2by + b2 =r2
x2 +y2 -2ax – 2by + a2 + b2 - r2 = 0
Untuk membantu pemahaman anda Buka simulasi 1
Contoh:
Ubah ke persamaan umum lingkaran L = (x-2)2+(y+1)2= 25
Jawaban:
(x-2)2+(y+1)2= 25
x2 –4x +4 + y2 + 2y +1 – 25 = 0
x2 + y2 – 4x + 2y – 20 = 0
(x-a)2+(y-b)2= r2
Untuk membantu pemahaman anda Buka simulasi 1
Contoh:
Ubah ke persamaan umum lingkaran L = (x-2)2+(y+1)2= 25
Jawaban:
(x-2)2+(y+1)2= 25
Persamaan lingkaran : X2+y2 +Ax + By +C =0
Mempunyai pusat dan jari-jari
Mempunyai pusat dan jari-jari
| Pusat |
||
| Jari-jari = |
atau | |
| r = |
Contoh 1
Tentukan pusat lingkaran dan jari-jari dari persamaan
X2+y2 -14x +10y +49 =0
A= -14, B= 10 C= 49
a = -
A = 7
b = -
B = -5
r =
r= 5
Jadi pusatnya (7,-5) Jari-jari = 5
Contoh 2.
Tentukan persamaan lingkaran yang konsentris ( mempunyai pusat sama) dengan
x2 + y2 -4x + 2y - 4=0 mempunyai jari-jari dua kalinya
Jawaban:
L1 = x2 + y2 -4x + 6y + 4=0
Pusat (2,-3)
Jari-jari = r 1=
= 3
Persamaan lingkaran L2
Pusat (2,-3) , r2 = 2.3 = 6
L2 = (x-2)2 + (y+3)2 = 62
L2 = x2 + y2 –4x + 6y - 23=0
Tentukan pusat lingkaran dan jari-jari dari persamaan
X2+y2 -14x +10y +49 =0
A= -14, B= 10 C= 49
a = -
b = -
r =
r= 5
Jadi pusatnya (7,-5) Jari-jari = 5
Contoh 2.
Tentukan persamaan lingkaran yang konsentris ( mempunyai pusat sama) dengan
x2 + y2 -4x + 2y - 4=0 mempunyai jari-jari dua kalinya
Jawaban:
L1 = x2 + y2 -4x + 6y + 4=0
Pusat (2,-3)
Jari-jari = r 1=
Persamaan lingkaran L2
Pusat (2,-3) , r2 = 2.3 = 6
L2 = (x-2)2 + (y+3)2 = 62
L2 = x2 + y2 –4x + 6y - 23=0
Sistem Otot & Rangka Manusia
Otot
merupakan alat gerak aktif. Pada umumnya hewan mempunyai kemampuan untuk
bergerak. Gerakan tersebut disebabkan karena kerja sama antara otot dan tulang.
Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakan oleh otot.
Otot mampu menggerakan tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi.
Kerangka manusia merupakan kerangka dalam, yang tersusun dari tulang keras (osteon) dan tulang rawan (kartilago)
Kerangka manusia merupakan kerangka dalam, yang tersusun dari tulang keras (osteon) dan tulang rawan (kartilago)
Fungsi
kerangka:
1. Untuk menggerakan tubuh serta menentukan bentuk tubuh.
2. Melindungi alat-alat tubuh yang penting dan lemah, misalnya otak, jantung, dll.
3. Tempat melekatnya otot-otot
4. Tempat pembentukan sel darh merah dan sel darah putih
5. Alat gerak pasif
1. Untuk menggerakan tubuh serta menentukan bentuk tubuh.
2. Melindungi alat-alat tubuh yang penting dan lemah, misalnya otak, jantung, dll.
3. Tempat melekatnya otot-otot
4. Tempat pembentukan sel darh merah dan sel darah putih
5. Alat gerak pasif
a.
Tulang Rawan :
• Tulang rawan hanya mengandung sedikit zat kapur sehingga lunak.
• Tulang rawan terdapat pada bayi, dan bagian-bagian tertentu pada kerangka dewasa.
• Tulang rawan hanya mengandung sedikit zat kapur sehingga lunak.
• Tulang rawan terdapat pada bayi, dan bagian-bagian tertentu pada kerangka dewasa.
b.
Tulang Keras :
Merupakan bagian utama pada kerangka dewasa. Susunanya terdiri dari sedikit sel-sel, dan matriknya diperkuat dengan zat kapur, sehingga kuat dan keras. Berdasarkan strukturnya, tulang keras dibedakan menjadi tulang kompak(padat) dan tulang spons. Sedangkan berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi tulang pipih, tulang pendek, dan tulang panjang.
• Rongga di dalam tulang berisi sumsum tulang ada 2 macam yaitu sumsum kering dan sumsum merah.
• Pertumbuhan tulang terjadi pada tulang rawan embrional dan kemudian pada cakra epifise.
Merupakan bagian utama pada kerangka dewasa. Susunanya terdiri dari sedikit sel-sel, dan matriknya diperkuat dengan zat kapur, sehingga kuat dan keras. Berdasarkan strukturnya, tulang keras dibedakan menjadi tulang kompak(padat) dan tulang spons. Sedangkan berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi tulang pipih, tulang pendek, dan tulang panjang.
• Rongga di dalam tulang berisi sumsum tulang ada 2 macam yaitu sumsum kering dan sumsum merah.
• Pertumbuhan tulang terjadi pada tulang rawan embrional dan kemudian pada cakra epifise.
Persendian
Persendian adalah hubungan antara dua tulang atau lebih.
Persendian adalah hubungan antara dua tulang atau lebih.
Persendian
dibedakan menjadi 2 yaitu:
1. Hubungan Sinartrosis
• Sinkondrosis : antara tulang dihubungkan melalui tulang rawan sehingga memungkinkan sedikit gerak akibat elastisitas tulang rawan.
Contoh :
hubungan tulang rusuk dengan tulang dada.
Hubungan ruas-ruas tulang belakang.
1. Hubungan Sinartrosis
• Sinkondrosis : antara tulang dihubungkan melalui tulang rawan sehingga memungkinkan sedikit gerak akibat elastisitas tulang rawan.
Contoh :
hubungan tulang rusuk dengan tulang dada.
Hubungan ruas-ruas tulang belakang.
• Sinfibrosis : kedua ujung tulang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosis yang pada akhirnya mengalami penulangan dan tidak memungkinkan adanya gerak.
Contoh :
Hubungan antar tulang-tulang tengkorak
2. Hubungan Diartrosis
Hubungan antar tulang ini memunkinkan terjadinya gerak karena pada ujung-ujung tulang terdapat lapisan tulang rawan hyalin, yang dilumasi dengan cairan synovial, meliputi :
• Sendi Engsel, terdapat pada hubungan antara :
o ruas-ruas jari
o siku
o lutut
Hubungan antar tulang ini memunkinkan terjadinya gerak karena pada ujung-ujung tulang terdapat lapisan tulang rawan hyalin, yang dilumasi dengan cairan synovial, meliputi :
• Sendi Engsel, terdapat pada hubungan antara :
o ruas-ruas jari
o siku
o lutut
•
Sendi Putar, terdapat pada hubungan antara :
o tulang hasta dengan pengumpil
o tulang kepala dengan tulang atlas
o tulang hasta dengan pengumpil
o tulang kepala dengan tulang atlas
•
Sendi Pelana, terdapat pada hubungan antara :
o Ruas-ruas jari dengan telapak kaki
o Ruas-ruas jari dengan telapak kaki
•
Sendi Peluru, terdapat pada hubungan antara :
o tulang lengan dengan gelang bahu
o tulang paha dengan gelang panggul
o tulang lengan dengan gelang bahu
o tulang paha dengan gelang panggul
•
Sendi Kaku, terdapat pada hubungan antara :
o tulang-tulang pergelangan tangan
o tulang-tulang pergelangan kaki
o tulang-tulang pergelangan tangan
o tulang-tulang pergelangan kaki
Kelainan
Pada Tulang
*-Kelainan tulang karena kebiasaan yang salah :
• Lordosis, tulang punggung yang terlalu bengkok ke depan
• Kiposis, tulang punggung yang terlalu bengkok ke belakang
• Skoliosis, tulang punggung yang bengkok ke kiri atau ke kanan
*-Kelainan tulang karena kebiasaan yang salah :
• Lordosis, tulang punggung yang terlalu bengkok ke depan
• Kiposis, tulang punggung yang terlalu bengkok ke belakang
• Skoliosis, tulang punggung yang bengkok ke kiri atau ke kanan
*-Kelainan
tulang karena kekurangan gizi
• Kekurangan zat gizi seperti vitamin D, zat kapur, dan fosfor, dapat menimbulkan gangguan proses pembentukan tulang.
• Kekurangan zat gizi seperti vitamin D, zat kapur, dan fosfor, dapat menimbulkan gangguan proses pembentukan tulang.
*-Fraktura
(patah tulang)
*-Fisura (retak tulang)
*-Arthritis (radang sendi)
*-Memar
*-Fisura (retak tulang)
*-Arthritis (radang sendi)
*-Memar
Sistem
Otot
● Jenis-jenis Otot
• Otot Polos
• Otot Lurik/otot rangka
• Otot Jantung (miokardium)
● Jenis-jenis Otot
• Otot Polos
• Otot Lurik/otot rangka
• Otot Jantung (miokardium)
●
Cara Kerja Otot
Dengan adanya protein khusus aktin dan miosin, otot bekerja dengan memendek (berkontraksi) dan mengendur (relaksasi)
Dengan adanya protein khusus aktin dan miosin, otot bekerja dengan memendek (berkontraksi) dan mengendur (relaksasi)
Cara
kerja otot dapat dibedakan :
• Secara antagonis atau berlawanan; yaitu cara kerja dari dua otot yang satu berkontraksi dan yang lain relaksasi.
Contoh: Otot trisep dan bisep pada lengan atas.
• Secara antagonis atau berlawanan; yaitu cara kerja dari dua otot yang satu berkontraksi dan yang lain relaksasi.
Contoh: Otot trisep dan bisep pada lengan atas.
Subscribe to:
Posts (Atom)