Friday, 13 February 2015
Friday, 21 November 2014
Practical Test Cicilan
Nah, ini dia
yang bikin gue jantungan tiap minggu di blok BBS. Why ? Karena gue harus
menghapal bentuk-bentuk cacing yang sumpah gue nggak pernah lihat yang asli
sebelumnya. Gue harus hapal nama cacingnya dengan benar yang nantinya akan
diuji dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Benar-benar singkat !! Gue juga
harus hapal telur-telurnya yang sekilas hampir sama bentuk dan warnanya. Tapi
setelah dengar penjelasan dosen dan gue pikir-pikir ada benarnya juga gue
hapalin makhluk-makhluk ini. Setidaknya gue bisa mendiagnosa penyakit pasien
dengan benar dan memberi obat yang sesuai. Tapi selain itu gue juga dapat
keuntungan lain. Ya,, setidaknya gue punya bahan perbincangan kalau
jumpa dengan cacing-cacing ini di dunia mimpi.
Gue : Eh,
mbak Asca ! Telur lu kok bisa ada yang decorticated dan corticated sih ?
Atau gue bisa nanya pertanyaan yang bikin dia galau selangit.
Gue : Mbak
Enterobius, itu kenapa suaminya mati waktu selesai kopulasi ? Mbak nggak rindu
atau
sedih gitu ?
Hahahaha,,
itu hanya canda saja. Iya kalau ketemu di alam mimpi, kalau ketemu di
usus halus gue sendiri ? Wah, bisa-bisa gue kena malabsorbsi atau pendarahan.
Oke, oke.
Kita kembali ke PTC atau practical test cicilan. Sebelum ujian, gue biasanya
hapalin gambar-gambar yang gue dapat dari teman gue yang kece-kece. Ya,
meskipun tidak ada kepastian gambar yang gue hapal serupa dengan yang gue lihat
di miskroskop, setidaknya ada yang gue hapal-hapal.
Yang pertama
gue hapal itu cacing Ascaris Lumbricoides yang punya telur 200-200.000 sekali
bertelur. Entar kalo gue beneran jumpa sama nih cacing, gue suruh ikut program
KB. Dua telur lebih baik !
Nah, si
Ascaris lumbricoides ini punya telur yang corticated, decorticated, infeksius,
fertilised dan unfertilised.
Sebelumnya
gue jelaskan nih, disebut fertilised kalau isi telurnya adalah sel ovum.
Disebut unfertilised karena telurnya berisi granul-granul. Disebut infeksius
kalau telurnya berisi larva.
Nah yang
corticated itu artinya terdiri dari tiga lapisan : albumin, hialin dan lipoid.
Sedangkan decorticated itu hanya terdiri dari 2 lapisan hialin dan lipoic.
![]() |
| Telur Ascaris lumbricoides Infeksius corticated |
![]() |
| Telur Ascaris lumbricoides fertilised corticated |
![]() | |||
| Telur Ascaris lumbricoides fertilised decorticated |
![]() | |
| Telur Ascaris lumbricoides unfertilised corticated |
![]() |
| Telur Ascaris lumbricoides infeksius decorticated |
Inilah
gambar telur-telur cacing Ascaris yang gue koleksi. Ya, mudah-mudahan
saja telur-telur ini punya kembaran di miskroskop. Jadinya gue bisa jawab.
Nah, yang
ditanya bukan telur-telurnya doang, emak sama bapaknya juga di tanyain. Bedain
yang jantan sama yang betina itu mudah asal mata lo jangan belekan, biar jelas
ujung ekornya itu melingkar atau lurus. Kalo bengkok atau melingkar itu
jantan, dia punya spikula sebagai alat perkembang biakan. Kalo yang betina
ekornya lurus dan runcing.
Bicara
tentang cacing, percaya nggak lo waktu kuliah pertama mengenai cacing, besoknya
gue beli obat cacing untuk gue. Habis gue takut dampak yang ditimbulkan
cacing-cacing ini. Gue nggak mau tubuh gue jadi sarangnya cacing.Hiyyy
Saya rasa
sekian kilasan yang membahas seputar cacing-cacing (tepatnya telur-telur) dalam sebuah ujian. Waspada cacingan ya, :D
Monday, 10 November 2014
Mengapa kita merasa geli ketika bagian tubuh tertentu kita di sentuh ?
Inilah pertanyaan yang muncul ketika saya mengikuti kuliah mengenai reseptor sensori. Awalnya pertanyaan ini muncul ketika dosen saya mulai memberikan kuliah. Saya mencoba untuk menjawab sendiri pertanyaan itu melalui penjelasan dosen. Namun pada akhirnya saya menyerah dan mengajukan pertanyaan ini begitu diberi kesempatan. Ternyata jawabannya tidak serumit yang saya pikirkan.
Jadi, ransangan sentuhan yang kita terima (stimulus) akan diterima oleh reseptor dan diubah ke bentuk potensial aksi. Selanjutnya akan diteruskan oleh neuron aferen ke sistem saraf pusat dan mengalami pengolahan disana. Output yang sesuai akan dibawa oleh saraf eferen yang akan dibawa ke efektor.
Ransangan sentuhan yang kita terima merupakan general sense. Selain sentuhan, yang termasuk general sense adalah nyeri, tekanan, suhu, dan getaran.
Nah, bagaimana reseptor sensori menginterpretasikan informasi yang diterimanya ?
Sebelumnya, ada syarat deteksi stimulus yaitu punya sifat spesifik. Dalam hal ini reseptor hanya merespon pada bentuk energi yang khusus baginya.
Contohnya : Kulit sensitif pada sentuhan tapi tidak pada zat kimia.
Ketika Stimulus yang diterima oleh reseptor diubah menjadi potensial aksi yang nantinya akan diantar ke sistem saraf pusat. Karakteristik dari stimulus meliputi durasi, variasi, dan kekuatan stimulus diterima oleh reseptor.
Kembali ke pertanyaan : Mengapa ?
Reseptor yang ada pada tubuh kita tersebar ke seluruh tubuh. Dan peyebarannya tidak sama pada semua tempat. Pada bagian tubuh tertentu, terdapat banyak reseptor yang peka terhadap sentuhan. Sebagai contoh pada bibir kita yang memiliki banyak reseptor sentuhan. Oleh karena itu, ketika kita merasa geli saat bagian tertentu tubuh kita disentuh itu dikarenakan banyaknya reseptor sentuhan yang terdapat pada bagian tersebut.
Selain karena penyebaran reseptor, rasa geli juga dipengaruhioleh karakteristik stimulus. Ketika kita memberi stimulus yang kuat, maka potensial yang datang ke saraf pusat lebih banyak.
Sekian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga tulisan saya ini dapat memberikan jawaban kepada anda yang sedang bertanya-tanya. Mohon maaf bila ada kesalahan. :) :)
Jadi, ransangan sentuhan yang kita terima (stimulus) akan diterima oleh reseptor dan diubah ke bentuk potensial aksi. Selanjutnya akan diteruskan oleh neuron aferen ke sistem saraf pusat dan mengalami pengolahan disana. Output yang sesuai akan dibawa oleh saraf eferen yang akan dibawa ke efektor.
Ransangan sentuhan yang kita terima merupakan general sense. Selain sentuhan, yang termasuk general sense adalah nyeri, tekanan, suhu, dan getaran.
Nah, bagaimana reseptor sensori menginterpretasikan informasi yang diterimanya ?
Sebelumnya, ada syarat deteksi stimulus yaitu punya sifat spesifik. Dalam hal ini reseptor hanya merespon pada bentuk energi yang khusus baginya.
Contohnya : Kulit sensitif pada sentuhan tapi tidak pada zat kimia.
Ketika Stimulus yang diterima oleh reseptor diubah menjadi potensial aksi yang nantinya akan diantar ke sistem saraf pusat. Karakteristik dari stimulus meliputi durasi, variasi, dan kekuatan stimulus diterima oleh reseptor.
Kembali ke pertanyaan : Mengapa ?
Reseptor yang ada pada tubuh kita tersebar ke seluruh tubuh. Dan peyebarannya tidak sama pada semua tempat. Pada bagian tubuh tertentu, terdapat banyak reseptor yang peka terhadap sentuhan. Sebagai contoh pada bibir kita yang memiliki banyak reseptor sentuhan. Oleh karena itu, ketika kita merasa geli saat bagian tertentu tubuh kita disentuh itu dikarenakan banyaknya reseptor sentuhan yang terdapat pada bagian tersebut.
Selain karena penyebaran reseptor, rasa geli juga dipengaruhioleh karakteristik stimulus. Ketika kita memberi stimulus yang kuat, maka potensial yang datang ke saraf pusat lebih banyak.
Sekian penjelasan yang dapat saya berikan. Semoga tulisan saya ini dapat memberikan jawaban kepada anda yang sedang bertanya-tanya. Mohon maaf bila ada kesalahan. :) :)
Wednesday, 28 November 2012
Peluang
PELUANG
- Kaidah Pencacahan, Permutasi dan Kombinasi
- Kaidah Pencacahan
Apabila peristiwa pertama dapat terjadi dalam p cara berbeda, peristiwa kedua q cara berbeda, peristiwa ketiga r cara berbeda, dan seterusnya, maka banyaknya cara yang berbeda terhadap rangkaian berurutan seperti itu adalah = p x q r x .. - Faktorial
Perkalian n bilangan asli pertama disebut n faktorial, dinotasikan dengan n!
n! = 1 x 2 x 3 x 4 x …. x (n – 1) x n
atau n! = n x (n – 1) x (n – 2) x ….. x 4 x 3 x 2 x 1 - Permutasi
Cara menempatkan n buah unsur ke dalam r tempat yang tersedia dengan urutan diperhatikan disebut permutasi r unsur dari n unsur(r ≤ n) yang dinotasikan dengan nPr atau P(n,r) atauatau Pn,r
- Banyaknya permutasi n unsur berbeda disusun n unsur(seluruhnya) adalah : P = n!
- Banyaknya Permutasi yang dapat disusun dari n anggota suatu himpunan diambil r unsur anggota pada satu saat adalah :
- Banyaknya permutasi jika ada beberapa elemen/unsur yang sama adalah :
- Banyaknya permutasi siklis adalah permutasi yang disusun secara
melingkar dengan memperhatikan urutannya(arah putarannya) adalah :
P = (n – 1)! - Kombinasi
Cara menempatkan n buah unsur ke dalam r tempat yang tersedia dengan urutan tidak diperhatikan
disebut Kombinasi r unsur dari n unsur(r ≤ n) yang dinotasikan dengan nCr atau C(n,r) atauatau Cn,r
Kombinasi n unsur berbeda disusun r unsur dirumuskan :
- Binomial Newton
- Kaidah Pencacahan
- Peluang Suatu Kejadian
- Dalam suatu percobaan :
- Semua hasil yang mungkin disebut ruang sampel
- Setiap anggota dalam ruang sampel disebut titik sampel
- Hasil yang diharapkan disebut kejadian
- Definisi Peluang
Peluang kejadian A dinotasikan dengan P(A) adalah perbandingan banyaknya hasil kejadian A dinotasikan n(A)
terhadap banyaknya semua hasil yang mungkin dinotasikan dengan n(S) dalam suatu percobaan.
Kisaran nilai peluang suatu kejadian A adalah 0 ≤ P(A) ≤ 1.
Jika P(A) = 0 disebut kemustahilan dan P(A) = 1 disebut kepastian - Frekuensi Harapan
Frekuensi Harapan kejadian A adalah banyaknya kejadian A yang diharapkan dalam beberapa kali percobaan
Jika percobaan dilakukan sebanyak n kali maka frekuensi harapan kejadian A dirumuskan : Fh(A) = n x P(A) - Peluang Komplemen Suatu Kejadian
Jika Ac kejadian selain A, maka P(A)c = 1 – P(A) atau
P(A)c + P(A) = 1
P(A)c = peluang komplemen kejadian A atau peluang kejadian selain kejadian A - Kejadian Majemuk
- Untuk sembarang kejadian A atau B berlaku :
- Peluang dua Kejadian saling lepas(asing)
Jikamaka dua kejadian tersebut merupakan dua kejadian saling lepas artinya bila terjadi A tidak mungkin terjadi B.
Besarnya peluang dua kejadian saling lepas(asing) adalah : - Peluang dua kejadian saling bebas
Bila kejadian A tidak mempengaruhi terjadinya B dan sebaliknya, maka kejadian semacam ini disebut dua kejadian saling bebas
Peluang dua kejadian saling bebas dirumuskan : - Peluang dua kejadian tak bebas(bersyarat/bergantungan)
Apabila kejadian kedua(B) adalah kejadian setelah terjadinya kejadian pertama A, dinotasikan (B/A),
maka dua kejadian tersebut merupakan dua kejadian tak bebas(bersyarat)
Peluang dua kejadian tak bebas dirumuskan :
Hari Guru di SMAN 1 Sibolga
Hari guru adalah hari yang sangat penting dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, setiap sekolah di Indonesia mengadakan upacara atau peringatan di sekolah masing-masing.
Demikian juga halnya dengan SMAN 1 Sibolga yang memperingati hari Guru dengan penyematan bunga


oleh siswa kepada Guru. Kegiatan ini telah rutin dilakukan di sekolah ini. Setiap kelas diwakilkan oleh ketua kelasa dan sekretaris untuk menyematkan bunga kepada seorang guru.
Setelah kegiatan penyematan bunga, siswa dan wali kelasnya memiliki acara tersendiri yang telah mereka sepakati. Hal ini dilakukan untuk menghormati guru-guru yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa . ^^
Hari guru adalah hari yang sangat penting dalam bidang pendidikan. Oleh karena itu, setiap sekolah di Indonesia mengadakan upacara atau peringatan di sekolah masing-masing.
Demikian juga halnya dengan SMAN 1 Sibolga yang memperingati hari Guru dengan penyematan bunga
oleh siswa kepada Guru. Kegiatan ini telah rutin dilakukan di sekolah ini. Setiap kelas diwakilkan oleh ketua kelasa dan sekretaris untuk menyematkan bunga kepada seorang guru.
Setelah kegiatan penyematan bunga, siswa dan wali kelasnya memiliki acara tersendiri yang telah mereka sepakati. Hal ini dilakukan untuk menghormati guru-guru yang merupakan pahlawan tanpa tanda jasa . ^^
Subscribe to:
Posts (Atom)




